Minggu, 20 Desember 2015

RETORIKA AJAKAN 


oleh fransnic

Teori retorika ajakan diciptakan oleh Sonja K Foss Dan Cindy L. Griffin dalam karya tulis mereka “Beyond Persuasion” yang menawarkan sebuah perspektif berdasarkan nilai nilai feminis terhadap kesetaraan, nilai tetap dan determinasi diri.  
Retorika Ajakan menggunakan ide dari sebuah UNDANGAN, kita berusaha untuk mengajak orang lain untuk mengenali perspektif kita tetapi tetap memberikan kebebasan kepada audiens untuk mengikuti atau tidak sehingga terjadi klarifikasi ide-ide dari semua partisipan
Perubahan yang dihasilkan sebagai bagian dari interaksi adalah hasil dari pengetahuan bukan pengaruh karena perubahan itu pilihan sendiri. Daripada membuat orang lain menyetujui bahwa perspektif anda “benar,” perspektif yang beda dianggapsebagai sebuah dasar untuk pemahaman yang lebih baik lagi terhadap suatu isu.
Retorika ajakan menjalankan asumsi bahwa ketika kita membuka diri kita sendiri terhadap ide-ide dengan bebas yang berbeda dari diri kita, kita memiliki banyak kesempatan untuk memahami.
Sonja Foss dan Karen Foss dalam “Inviting Transformation” mode retorika berbeda dalam budaya kita
.
  1. Conquest Rhetoric
Sebuah interaksi yang kemenangan merupakan tujuannya; Anda ingin membangun “ide, hak atu argument sebagai yang terbaik diantara kedudukan yang sedang bersaing”
Contoh:
Kasus antara OC Kaligis sebagai pengacara dari Nasarudin dan Michael Manufandu Dubes RI untuk Kolombia pada Jakarta Lawyer’s Club di TV ONE melalui teleconference mengenai tas tangan Nasrudin yang di sita oleh pihak kedutaan Besar Indonesia. Pada masalah ini OC Kaligis dengan pengalamannya sebagai pengacara dengan pengalaman puluhan tahun mampu meyakinkan masyarakat dan mematahkan argumen dari Dubes Manufandu. Pada akhirnya seakan-akan “Pengacara menaklukan Dubes” di depan siaran langsung yang disaksikan pemirsa televise di rumah secarah langsung.
  1. Conversion Rhetoric
Dirancang untuk mengubah perspektif dan perilaku orang lain berdasarkan pada superioritas dan kebenaran dari sebuah kedudukan.
Contoh:
Iklan rokok Sampoerna “A Mild” adalah salah satu pelopor rokok putih (mild) di Indonesia dan menjadi trend setter di kalangan perokok karena dianggap kadar perusak jenis rokok ini jauh lebih sedikit dengan rokok jenis lain. Setelah produk Sampoerna mampu merebut simpati segmen perokok pemula,wanita dan mereka yang ingin mengurangi kecanduan merokok jenis lainnya, produsen rokok lainnya mulai mengikuti. Perkembangan ini dilihat oleh tim kreatif iklan Sampoerna “A Mild” membuat tag line “Others can only follow” yang juga menjadi trend setter dunia periklanan Indonesia.
               
  1. Benevolent Rhetoric
Dibuat untuk membantu orang lain memperbaiki hidupnya dengan penuh kebajikan yaitu informasi diberikan kepada orang lain dengan maksud menguntungkan mereka.
Contoh:
Bagaimana walikota Solo Joko Widodo berhasil dengan cara persuasif menghimbau pedagang pasar tradisional untuk dipindahkan ke pasar yang lebih representatif tanpa ada demonstrasi dan penentangan berarti sehingga pada pemilihan periode kedua terpilih kembali dengan lebih dari 90 persen suara rakyat.
  1. Advisory Rhetoric
Yaitu informasi yang diminta sudah tersedia bagi seseorang dengan melalui nasehat dan pendidikan.
Contoh:

Nasehat seorang guru SD seringkali lebih di dengar dan dilaksanakan oleh anak dari pada orang tua kandungnya sendiri melalui berbagai cara antara lain permainan, nyanyian maupun pembelajaran di kelas.

Kamis, 22 Oktober 2015

Kemarau Panjang, Pasokan Sayur Pedagang Berkurang






Kota Bengkulu - Musim kemarau yang sudah beralngsung beberapa bulan belakangan ini telah banyak memberikan dampak dari kekeringan yang begitu besar pada sektor pertanian di wilayah Bengkulu. Dampak tersebut sangat dirasakan bagi para pedagang di Pasar Tradisional Modern kota Bengkulu.

Para pedagang di pasar ini mengaku sudah kesulitan dalam memperoleh pasokan sayur-mayur dari beberapa wilayah di Begkulu,"Saat kemarau sekarang pasokannya nggak memadai, misalnya daun bawang sama wortel", kata seorang pedagang, Doni, Kamis (22/10/15).

Dengan berkurangnya pasokan tersebut berimbas pada kenaikan sejumlah harga sayur-mayur, diantaranya wortel yang mengalami kenaikan sebesar 2 ribu rupiah perkilogram, sementara sayur kol naik dari sebelumnya 6 ribu rupiah menjadi 8 ribu ruppiah perkilogram.

Bagi masyarakat Bengkulu kenaikan ini tidak menyurutkan mereka untuk mengkonsumi sayur-mayur, bagi salah seorang pembeli, Khaitun, ia mengakali kenaikan harga ini dengan mengurangi jumlah barang belanjaanya,"mau gimana lagi, ya' ngakalinnya dikurangin aja belanjaannya",ujarnya. (jn)

HUT TNI ke-70







Kota Bengkulu – Bertempat di Gedung Balai Prajurit Gamas I Padang Harapan kota Bengkulu, perhelatan Panggung Prajurit digelar tadi malam. Dengan mengusung tema Siap Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian acara panggung prajurit ini di hadiri oleh seluruh anggota TNI yang berada di Kota Bengkulu. Acara yang dimulai pada pukul 7 tadi malam dipandu oleh dua orang pembawa acara yakni Upik Serintil dan Buyung Bontal.

Panggung prajurit ini merupakan salah satu rangkaian dari perhelatan hari Jadi TNI ke-70. Acara ini dimeriahkan juga oleh beberapa anggota TNI yang ikut menyumbangkan suara dan bergoyang di atas panggung dengan iringan musik yang dimainkan oleh group Soneta. Ditengah acara selaku Damren Kolonel Infantri, Fajar Budiman, SIP. Menyampaikan pidatonya di depan seluruh anggota TNI, beliau berpesan agar TNI dapat terus memberikan kontribusi dalam membangun Provinsi Bengkulu kedepan, “Usia ke-70 sudah cukup tua, masih banyak harus dilakukan, Tugas selanjutnya sangat berat yakni untuk mengamankan pelaksanaan Pilkada, yang juga membantu pelaksanaan pembangunan di provinsi Bengkulu”,ujarnya.

Kemeriahan acara panggung prajurit ini diambil positif oleh anggota TNI yang mengahadiri acara tadi malam. Salah seorang anggota TNI, Fikri mengatakan bahwa acara ini sangat menghibur dan juga membantu untuk tetap menjaga tali persaudaraan diantara seluruh anggota TNI, “Acaranya bagus, menghibur, juga membantu kita dapat lebih Solid lagi”, ujarnya. Pada akhir acara panggung prajurit ditutup oleh penyanyi lokal Bengkulu dengan diiringi sorak-sorai dari seluruh prajurit TNI yang menghadiri acara tersebut. (jn)